Sosialisasi Tentang Pernikahan Dini

 

Setiap tahun ada 2-3 pasangan mendaftarkan diri untuk menikah, berdasarkan informasi dari bapak moden setempat. Menurut pasal 7 ayat 1 UU No. 1 tahun 1974 tentang pernikahan jika umur minimal bagi calon mempelai perempuan diperbolehkan menikah adalah 16 tahun dan untuk calon mempelai laki-laki berumur 19 tahun dan dengan adanya revisi mengenai peraturan tersebut tahun 2018 sehingga menjadi 20 tahun untuk calon mempelai perempuan dan 22 tahun untuk mempelai laki-laki. Namun, batas minimal ini berbeda dengan ketetapan   Pengadilan Agama bahwa umur untuk calon mempelai perempuan adalah 16 tahun dan calon mempelai laki-laki berumur 17 tahun. Ada beberapa faktor yang menyebabkan pernikahan dini di desa, antara lain karena budaya perjodohan yang masih berlangsung di desa, budaya perjodohan ini ada ketika dua keluarga memiliki kesepakatan atau suatu perjanjian bersama jika anak kedua keluarga tersebut akan dinikahkan ketika sudah mencapai umur tertentu.

Budaya perjodohan ini masih berlangsung hingga sekarang, menurut pemaparan Bapak Matrawi, salah satu contoh keluarga yang mempraktikan budaya perjodohan ini adalah keluarga Bapak Suhartono yang menjodohkan anak perempuannya dan menikah diusia 14 tahun. Sedangkan faktor yang lain adalah adanya pergaulan bebas, dimana para remaja desa yang terjebak oleh pergaulan bebas hingga menyebabkan adanya hamil di luar pernikahan, sehingga hal tersebut mengakibatkan pernikahan dini di desa cukup tinggi. Pemerintah melarang pernikahan dini dikarenakan banyak dampak negatif yang ditimbulkan. Dampak dari segi kesehatan adalah rentangnya terkena kanker servix, dari segi pendidikan tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi sehingga semakin banyak kebodohan, sedangkan dari segi psikolog memungkinkan tingginya ketidak harmonisan rumah tangga karena emosi yang masih labil dan pola pikir yang belum matang sehingga menyebabkan tingkat perceraian menjadi tinggi. Maka kkn 197 Unej bekerjasama dengan BKKBN melakukan sosialisai tentang pernikahan dini dan dampaknya. Acara ini dilaksanakan pada hari rabu, 25 Juli 2018 peserta dalam acara sosialisasi adalah perangkat desa dan masyarakat Desa Sumber Kokap, harapannya dengan sosialisasi ini masyarakat dapat lebih memahami tentang pernikahan dini beserta dampak yang ditimbulkan dan dapat meminimalisir serendah mungkisn terjadinya pernikahan dini di Desa Sumber Kokap