Usaha Roti Ibu Umi

Jum’at, 20 Juli 2018

Desa Sumber Kokap merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Taman Krocok Kabupaten Bondowoso. Persentase jumlah penduduk yang mempunyai mata pencaharian di Desa Sumber Kokap adalah 89,47%. Sebagian besar mata pencaharian warga Desa Sumber Kokap teridentifikasi ke dalam beberapa bidang mata pencaharian yaitu petani, buruh tani, PNS, pedagang, wirausaha, pensiunan, buruh bangunan/tukang, peternak. Berdasarkan data jumlah penduduk menurut mata pencaharian Desa Sumber Kokap tahun 2015, salah satu mata pencaharian wirausaha sebanyak 150 jiwa atau 7,64%. Dari data tersebut pertumbuhan ekonomi pada jenis pekerjaan wirausaha relatif rendah. Oleh karena itu, KKN 197 Universitas Jember memiliki program kerja khususnya di bidang ekonomi yaitu meningkatkan nilai jual produk melalui pengemasan dan memperluas pangsa pasar melalui media sosial. Salah satu sasarannya adalah usaha perseorangan.yang sudah berkembang namun memiliki beberapa kendala.

Kegiatan pertama yang dilakukan adalah seluruh peserta KKN 197 sumber kokap melakukan kunjungan guna menggali potensi dan kendala bidang ekonomi di Desa Sumber Kokap. Kunjungan tersebut berada di salah satu dusun yaitu Dusun Sumber Pinang. Di Dusun tersebut terdapat usaha yang dijalankan perseorangan. Pemilik usaha tersebut bernama Bu Umi yang berusia 40 tahun. Usaha tersebut sudah berdiri selama 11 tahun. Ibu Umi dibantu oleh satu tenaga kerja yaitu Ibu Kim yang merupakan adik kandungnya. Produk yang dijual yaitu berbagai jenis roti. Salah satu produk unggulannya yaitu Roti Hornet. Harga roti tersebut hanya Rp. 1.000,00 per buah. Pemasaran produk yang dilakukan hanyalah sebatas pesanan saja melalui telepon atau pun datang langsung ke tempat usaha tersebut. Namun, jika tidak ada pesanan maka pemilik usaha tidak membuat produk tersebut.

Kendala yang dihadapi yaitu kurangnya tenaga kerja, sehingga hanya menerima pesanan dalam jumlah sedikit. Jumlah pesanan yang diterima tidak lebih dari 300 buah dengan varian rasa yang ditawarkan hanya satu yaitu coklat. Selain itu, waktu pembuatan roti hornet sangat lama akibat pemilik usaha yang tidak memiliki alat yang memadai seperti mixer. Disamping itu, pengemasan roti tersebut hanya menggunakan plastik roti biasa tanpa adanya identitas. Oleh karena itu, KKN 197 Universitas Jember melakukan inovasi identitas produk berupa logo kemasan produk.